Selamat Datang di P.O.'s Blog - Teknik Pemesinan dan Otomotif P.O.'s Blog
iloveindonesia

Minggu, 22 Juli 2012

Mesin VVT-i


Mesin berteknologi VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) adalah mesin berteknologi variable valve timing yang dikembangkan oleh Toyota. VVT-i menggantikan teknologi VVT Toyota yang sudah mulai diterapkan tahun 1991 di mesin Toyota 4A-GE5 silinder. Mesin yang sudah dipakai di sebagian besar mobil Toyota ini diklaim membuat mesin semakin efisien dan bertenaga, ramah lingkungan serta hemat bahan bakar.
VVT-i (sering disalahartikan dengan injeksi) bisa diterjemahkan dalam kalimat awam pengaturan pintar waktu buka tutup valve yang variatif. VVT-i diperkenalkan pada tahun 1996.
Konsep teknologi
Tinjauan dasar VVT-i adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian yang membuat konsumsi BBM menjadi lebih efisien dan menurunka tingkat emisi bahan bakar serendah mungkin.
Itulah sebabnya kendaraan bermesin teknologi VVT-i sanggup menghasilkan tenaga yang besar sekalipun kapasitas cc slinder mesin kecil.
Mekanisme
Cara kerjanya cukup sederhana. Untuk menghitung waktu buka tutup katup (valve timing) yang optimal, ECU (Electronic Control Unit) menyesuaikan dengan kecepatan mesin, volume udara masuk, posisi throttle (akselerator) dan temperatur air. Agar target valve timing selalu tercapai, sensor posisi chamshaft atau crankshaft memberikan sinyal sebagai respon koreksi.
Mudahnya sistem VVT-i akan terus mengoreksi valve timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara. Disesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung demi menghasilkan torsi optimal di setiap putaran dan beban mesin.
Pemeliharaan
Adopsi teknologi VVT-i ke mesin mobil juga memberikan kelebihan minimnya biaya pemeliharaan yang harus ditanggung. Sebab tune-up seperti setel klep dan lain sebagainya tidak diperlukan lagi.
Namun demikian, sebaiknya tetap lakukan service berkala, hindari sembarangan bengkel, dan gunakan oli mesin dengan grade yang dibutuhkan sesuai dengan manual yang dikeluarkan pihak pabrikan mobil. Memilih sembarang bengkel untuk mobil ini menjadi pantangan, pasalnya mesin ini memerlukan komputer diagnosa khusus yang hanya tersedia dibengkel resminya. Suatu hal yang masih sulit untuk dilakukan pemilik mobil mayoritas di Indonesia yang umumnya mengutamakan mobil yang serbaguna, handal, terjangkau dan tidak sulit perawatan dan bengkel saat darurat.


Mesin Longitudinal


Dalam teknik otomotif, sebuah mesin longitudinal adalah mesin pembakaran dalam yang crankshaftnya terletak sepanjang sumbu roda panjang kendaraan, dari depan ke belakang.
Banyak mobil-mobil kelas premium yang menggunakan orientasi mesin seperti ini, karena mesin-mesin 6 segaris dan mesin V8 terlalu panjang untuk dimasukkan dengan model mesin transverse.
Peletakan posisi untuk mesin longitudinal
Mesin ini dapat diletakkan dengan 3 posisi utama:
§  Mesin depan - mesin diletakkan di bonnet/kap depan, lebih depan dari sumbu roda depan. (kalau di belakang sumbu roda depan terkadang disebut: mesin "tengah-depan"),
§  Mesin belakang - mesin diletakkan di tempat yang biasanya menjadi bagasi mobil dan terletak sejajar/lebih belakang dari sumbu roda belakang,
§  Mesin tengah - mesin diletakkan di antara sumbu roda depan dan sumbu roda belakang, kadang diletakkan di belakang bangku pengemudi.
Tipe-tipe penggunaan mesin longitudinal yang sering digunakan
Berikut ini adalah daftar tipe mesin yang bisa dipakai di kendaraan:
§  Mesin V  V2, V4, V6, V8, V10, V12, dan V16
§  Mesin flat/boxer  H2, H4, H6
§  Mesin W  W8, W12 atau W16

Adi Kurniadi. Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes